Minggu,27 Mei 2018
potret salah satu bentuk kecil kehidupan yang ada di hutan kota srengseng Jakarta Barat
Kegiatan kami berlanjut,seperti yang dijanjikan pada hari jumat kemarin.
sampai-sampai harus saling membangunkan satu sama lain melewati grup chat, grup chat yang isinya adalah anggota-anggota kelompok,isinya 7 orang, namun sepertinya ada 1 orang yang batang hidungnya tidak kelihatan sejak survey kemarin...
Anggota yang berangkat ke hutan kota Srengseng pun jumlahnya masih sama seperti kemarin, tidak ada penambahan, tidak ada pengurangan, 6 anggota.
kami pergi, bayar karcis lagi, dan meminta ijin kepada pos satpam terdekat untuk melakukan aktivitas kami disini, dan voila, approved request.
kami membeli tanaman seharga 60 ribu rupiah, dimana sebenarnya uang itu bisa dipakai untuk membeli nasi padang agar setengah dari jumlah orang yang pergi ke hutan kota ini bisa makan terlebih dahulu, tapi ya kontribusi kecil kami ini tidak terlalu berarti jika dibandingkan dengan populasi hutan yang ada di dunia.
setelah itu kami mengelilingi hutan kota, melihat lihat keadaan dan kembali lagi ke sungai yang banyak sampahnya itu, rasanya ingin bantu membereskan namun tidak ada yang berani terciprat air sungai, yasudahlah kami hanya bisa berargumen dari jauh saja.
kami mengambil beberapa foto setelah itu kami pun pulang ke pelukan kasur kos masing-masing.
Comments
Post a Comment